Selamat Datang di Situs Resmi Pemerintah Aceh

Plt Sekda Aceh Ajak Semua Komponen Giatkan Upaya Pengurangan Risiko Bencana

Pemerintahan Kamis, 16 Mei 2019 - Oleh opt4

Banda Aceh - Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, Helvizar Ibrahim, mengajak semua komponen yang bertanggung jawab terhadap mitigasi bencana di Aceh untuk dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait upaya pengurangan resiko bencana.

Ajakan tersebut ia sampaikan saat membuka Forum Grup Discussion (FGD) penyusunan dokumen rencana  kontijensi gempa dan tsunami di Gedung TDMRC Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa, (14/5).

Menurutr Helvizar, letak geografis Aceh berada pada daerah lintasan rawan bencana. Hampir semua aspek kebencanaan berpotensi terjadi di provinsi ujung Sumatra ini. Bahkan bencana dalam skala besar pun pernah terjadi di Aceh, yakni tsunami dan gempa 2004 silam.

“Memang dalam skala massif kita bekerjasama dengan Universitas Syiah Kuala, karena memang Aceh daerah yang potensi bencana relatif tinggi,” ujar Helvizar.

Oleh sebab itu, kata Helvizar, semua kompoten patut mewaspadai terhadap resiko terjadinya semua jenis bencana. Termasuk jenis bencana yang belum pernah terjadi di Aceh sekalipun.

“Barang kali pasca peristiwa Palu kita mendapat referensi baru, dulu kita tidak pernah mendengar yang namanya likuifaksi. Tapi hari ini pasca tsunami Palu referensi kita bertambah,” jelas Helvizar.

Plt Sekda mengatakan dalam upaya mengurangi dan mengantispasi resiko bencana, Pemerintah Aceh sejak dipimpin oleh Abdullah Puteh telah melaksanakan proyek pembangunan aksesibilitas beberapa rute jalan menuju daerah evakuasi. Sehingga nantinya masyarakat dapat memanfaatkan beberapa rute jalan di Banda Aceh yang terakses langsung ke daerah aman dari potensi bencana, seperti tsunami.

Dalam kesempatan itu, Helvizar juga mengingatkan kepada seluruh peserta FGD tersebut agar dapat memberikan gagasannya semaksimal mungkin dalam menyusun langkah strategis upaya antispasi serta pengurangan dari dampak bencana alam. Nantinya, gagasan tersebut akan diaplikasikan dalam kebijakan pemerintah untuk diikuti oleh masyarakat.

“Kita berharap seluruh rangkuman dari FGD ini dapat diaplikasikan mulai dari anak TK sampai masuk dalam seluruh kehidupan masyarakat. Kita ingin masyarakat kita adalah masyarakat yang betul-betul peduli dan siaga terhadap kebencanaan,” pungkasnya.

Sementara itu, perwakilan dari TDMRC Unsyiah (Tsunami Disaster Mitigation Research) Dr. Muksin, mengatakan bahwa kegiatan FGD tersebut merupakan bagian dari kerjasama antara Pemerintah Aceh dengan TDMRC Unsyiah.

Muksin mengatakan  saat ini pihaknya telah menyepakati 9 kegiatan kerjasama mitigasi bencana bersama Pemerintah Aceh, khususnya dengan lembaga yang bertanggung jawab yakni BPBA (Badan Penanggulangan Bencana Aceh).

Selain itu, kata dia, pihaknya mengundang semua komponen yang handal dalam kebencanaan dalam forum diskusi itu untuk membahas upaya strategis antispasi kebencanaan.

“Kita berharap dukungan dari Pemerintah Aceh, mudah-mudahan segala kegiatan yang dilakukan TDMRC dan BPBA dapat mengurangi risiko bencana di Aceh,” ujar Muksin.

 

Sumber : humas.acehprov.go.id

 

Last Update Generator: 24 May 2019 12:09:44