Selamat Datang di Situs Resmi Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Unsyiah dan ITS

Pemerintahan Selasa, 16 Oktober 2018 - Oleh opt4

Surabaya – Pemerintah Aceh bersama Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) dan Universitas Syiah Kuala melakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang penerapan Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Teknologi E-Government.


Menurut Nova, di dalam kondisi sosio-kultural perubahan cepat tidak bisa diharapkan terjadi dengan kesadaran sendiri saja. Oleh karena itu kita akan terus ketinggalan. Karena itu harus ada sistim yang menggunakan teknologi untuk memaksa kita berubah agar lebih disiplin, produktif, transparan, akuntabel dan berintegritas. Itulah sebabnya teknologi dan science harus masuk, dan itu pula yang mendasari kerjasama dilakukan.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menekankan agar MoU yang ditandatangani hari ini harus kongkrit, membumi, nyata, berlanjut dan pasti.

“Saya tidak mau MoU hanya jadi seremoni, ini bukan pencitraan,” kata Nova seperti dilaporkan langsung oleh Jubir Pemerintah Aceh, Wiratmadinata, Selasa (16/10) langsung dari ITS.

Disampaikannya, kerjasama yang kita lakukan harus nyata berupa penerapan aplikasi teknologi unggul karya ITS yang memang sudah teruji, yaitu e-Government menuju Smart City.

Secara konkrit, Aplikasi e-Government dinilai akan memaksa semua orang disiplin, profesional, dan memiliki standard mutu tinggi.

“Tidak ada tempat bagi kemalasan, tidak mau belajar, tidak disiplin, tidak transparan dan akuntabel. Tampaknya orang harus dipaksa oleh teknologi untuk bisa bergerak maju sebagai satu metode perubahan,” tegas Nova.

Nova mengatakan, Aceh selalu siap belajar darimana saja termasuk di Jawa Timur. Aceh disebut cukup bersemangat untuk belajar bagaimana layanan publik di Jawa Timur sehingga dapat tampil “Bersih” dan “Melayani” sehingga investor bisa berinvestasi di Aceh hingga ribuan trilliun seperti halnya di Jawa Timur.

Dalam pandangan Nova, dalam aplikasi e-Government yang digunakan untuk mewujudkan “Smart city” berguna mendorong terpenuhinya layanan publik yang tersistem secara teknologi. Didalamnya juga didukung layanan e-Planning, e-Budgetting e-Payment dan e-Office.

Sebelumnya, Plt Gubernur mengapresiasi kerjasama Unsyiah-ITS yang disebutnya sebagai kerjasama paling sukses antara kedua Institusi selama ini.

“Ini karena terus berlanjut dan meningkat hingga Pemerintah Aceh terlibat pada saat ini,” puji Nova.

Nova mengatakan, dengan semakin membaiknya hubungan antara Pemerintah Aceh dengan kampus, khususnya Unsyiah saat ini akan semakin penting memperkuat penerapan pendekatan pembangunan yg kolaboratif

“Saat ini Pemerintah Aceh juga menganggap kerjasama ITS-Unsyiah-Pemerintah Aceh berjalan sukses dan nyata,” kata Nova.

Dalam pengantarnya, Rektor ITS mengatakan ITS aktif mengembangkan tekonologi dan sciences, mulai dari riset sampai produksi teknologi. Hasilnya bahkan dipasarkan dan menjadi income bagi kampus ITS.

“Ada banyak produk teknologi ITS yg telah dihasilkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama dalam bidang kemaritiman, otomotif, energy alternatif, pemukiman dan lain-lain,” papar Rektor ITS, Profesor Joni Hermana.

Saat ini ITS aktif mengembangkan teknologi Smartcity, yang berbeda dengan ITB. Kalau ITB menjual mode, tapi ITS lebih pada aspek aplikasi yang berbeda sesuai kebutuhan spesifik daerah. Basis teknologi IT untuk Smartcity sudah dimanfaatkan Surabaya, dimana pemerintah bisa melakukan kontrol pemerintahan berbasis IT, dari manapun di dunia, oleh para usernya.

Jubir Pemerintah Aceh, Wiratmadinata dalam laporan pandangan matanya, langsung dari lokasi acara juga mengabarkan bahwa hasil karya teknologi ITS sudah digunakan oleh berbagai pemerintah kabupaten di Indonesia.

“ITS memiliki total 20 ribu orang mahasiswa, dengan dosen 1.000 orang lebih sedikit,” kata Wiratmadinata mengutip penjelasan Rektor ITS, Selasa (16/10) langsung dari ITS.

Rektor Unsyiah, Prof., Samsul Rizal, M.Eng., dalam sambutannya menyebutkan bahwa Unsyiah sudah lama kerjasama dengan ITS.

“Sejak tahun 80-an. Dimulai dengan jurusan Teknik Arsitektur. Pak Nova adalah salah satunya,” kata Samsul.

“Ke depan kerjasama yang potensial adalah riset bersama ITS-Unsyiah dalam bidang kebencanaan. Salah satunya “paleo-tsunami”, untuk memahami soal bencana tsunami. Semoga MoU hari ini akan dapat menjadi kerjasama yang memajukan Indonesia,” kata Wira mengutip keterangan Rektor Unsyiah.

Sumber : humas.acehprov.go.id

 

Last Update Generator: 12 Nov 2019 00:37:52