Selamat Datang di Situs Resmi Pemerintah Aceh

Panglima Laot, Kearifan Lokal yang Wajib Dijaga

Pemerintahan Senin, 13 Agustus 2018 - Oleh opt4

Banda Aceh - Keberadaan Panglima Laot sebagai lembaga adat yang memimpin masyarakat untuk urusan kelautan merupakan hasil kearifan lokal dari tradisi masyarakat yang berkaitan dengan semangat kemaritiman.

Demikian disampaikan Plt Gubernur Aceh yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian Keuangan dan Pembangunan Aceh Iskandar Syukri dalam pembukaan Seminar  Internasional Kebudayaan dan kemaritiman Aceh di Anjong Mon Mata Banda Aceh, Senin (13/8/2018).

"Peran dan fungsi Panglima Laot menurut hukum adat aceh meliputi beberapa bidang antara lain mengatur tata cara penangkapan ikan di laut dan mengatur pelaksanaan hukum adat laut, sebagai pemersatu masyarakat nelayan, membantu mempertahankan keamanan di laut dan sebagalnya," jelasnya.

Semua fungsi itu, lanjutnya, membuktikan bahwa kearifan lokal tidak bisa dipisahkan dari semangat kemaritiman di daerah. Oleh sebab itu sangatlah tepat kalau kearifan lokal diperkuat kembali agar dapat menjaga ekosistem laut sehingga mampu memberi kehidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh.

Secara keseluruhan Aceh memiliki panjang garis pantai mencapai 2.666,27 Km dengan 272 pulau, terdiri dari 6 pulau kecil terdepan dan 1.182 desa Pesisir. Dari pulau pulau tersebut, sebanyak 22 pulau dl antaranya merupakan pulau berpenghuni.

Dengan wilayah laut yang luas itu, tambahnya, wajar jika potensi perikanan Aceh sangat besar. Rata-rata produksi perikanan tangkap Aceh berkisar 158 ribu ton per tahun. Jumlah itu sebenarnya masih jauh dari potensi kelautan Aceh.

"Meski demikian kita tetap saja belum mampu untuk mengoptimalkan potensi itu karena berbagai keterbatasan," ujarnya.

Saat berbicara tentang sektor kelautan, ia meminta untuk tidak hanya berbicara tentang potensinya saja. Ada tradisi dan budaya lokal yang harus dilestarikan di dalamnya. Kearifan lokal itu jangan diabaikan dalam setiap langkah-langkah mengeksploitasi potensi kemaritiman Aceh.

"Kearifan lokal ini harus kita lestarikan sehingga ia berjalan seiring sejalan dengan modemisasi di sektor kemaritiman," ajaknya.

Untuk itulah, ia mengungkap, sosialisasi tentang budaya dalam bidang kemaritiman perlu diperkuat agar masyarakat Aceh khususnya para nelayan menyadari nilai-nilal lokal yang ada di dalamnya. Selain itu, supaya dapat mengoptimalkan fungsi kelautan Aceh dengan sebaik-baiknya tanpa mengabaikan tradisi masyarakat yang ada di dalamnya.

"Keterpaduan antara kearifan lokal dan potensi kemaritiman dapat dipadukan, akan mampu membangun sistem kemaritiman yang tangguh dan lestari, sehingga sektor kelautan Aceh mampu menjadi sumber ekonomi yang dapat mensejahterakan masyarakat secara berkelanjutan," sebutnya.(jl/fd)

Sumber : diskominfo.acehprov.go.id

 

 

Last Update Generator: 19 Sep 2018 22:05:14