Selamat Datang di Situs Resmi Pemerintah Aceh

Mei 2018, Aceh Alami Inflasi 0,69 Persen

Ekonomi Senin, 04 Juni 2018 - Oleh opt4

Banda Aceh - Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh melaporkan, secara agregat untuk Aceh pada bulan Mei 2018 terjadi inflasi sebesar 0,69 persen.. Sementara Kota Banda Aceh terjadi inflasi sebesar 0,72 persen, Kota Meulaboh terjadi inflasi sebesar 0,57 persen dan Kota Lhokseumawe mengalami inflasi sebesar 0,69 persen.

Inflasi “year on year” (Mei 2018 terhadap Mei 2017) untuk Kota Banda Aceh sebesar 3,74 persen, Kota Lhokseumawe 4,45 persen, Kota Meulaboh 3,34 persen dan Provinsi Aceh 3,90 persen.

Laporan tersebut disampaikan Kepala BPS Aceh Wahyudin pada acara press release berita resmi statistik serentak bulan Mei 2018 di Aula BPS Aceh, Senin (4/6/2018)

Inflasi yang terjadi di provinsi Aceh, urai Wahyudin, disebabkan oleh meningkatnya indeks harga konsumen untuk semua kelompokpengeluaran bahan makanan sebesar 1,80 persen, kelompok sandang inflasi sebesar 1,14 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan inflasi sebesar 0,47 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau inflasi sebesar 0,42 persen, kelompok kesehatan inflasi sebesar 0,06 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar inflasi sebesar 0,04 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga inflasi sebesar 0,01 persen,

"Komponen inti untuk Provinsi Aceh pada Mei 2018 mengalami inflasi sebesar 0,27 persen, komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami |nflasi sebesar 0,80 persen, dan komponen bergejolak mengalami inflasi 1,78 persen," sebutnya.

Ia menjelaskan, beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada bulan Mei 2018 antara lain tongkol dengan andil inflasi sebesar 0,1114 persen, daging ayam ras sebesar 0,0923 persen, jeruk sebesar 0,0899 persen, angkutan udara sebesar 0,0814 persen, tomat sayur sebesar 0,0551 persen, dan teri sebesar 0,0379 persen.

Sedangkan beberapa komoditas di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan harga pada bulan mei 2018, sebutnya, antara lain adalah cabai merah dengan andil deflasi sebesar 0,0955 persen, cabai rawit sebesar 0,0522 persen, bawang putih sebesar 0,0226 persen, cabe hijau sebesar 0,0175 persen, dan kacang panjang sebesar 0,0141 persen.

Wahyudin mengungkap dari 82 kota di Indonesia yang dipantau harganya pada Mei 2018, tercatat 65 kota mengalami inflasi sedangkan 17 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota tual sebesar 1,88 persen dan yang terendah di kota Purwokerto dan kota Tangerang masing-masing sebesar 0,01 persen. Deflasi terbesar terjadi di kota Pangkal Pinang sebesar 0,99 persen. Secara urutan inflasi tertinggi, kota Banda Aceh pada urutan 10, kota Lhokseumawe pada urutan 13, dan kota Meulaboh berada pada urutan 15.

"Sedangkan bila dilihat dari 23 kota di sumatera, 14 kota mengalami inflasi sedangkan 9 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Pematang Siantar sebesar 0,80 persen dan yang terendah di kota Lubuklinggau sebesar 0,07 persen, sedangkan deflasi tertinggi terjadi di kota Pangkal Pinang sebesar 0,99 persen," katanya. (fd/ri)

Sumber : diskominfo.acehprov.go.id

 

Last Update Generator: 23 Jun 2018 09:42:21