Selamat Datang di Situs Resmi Pemerintah Aceh

Isteri Gubernur Aceh Tinjau Desa Kerajinan Terbaik se-Aceh

Ekonomi Selasa, 13 Mei 2014 - Oleh

Ulee Madon - Istri Gubernur Aceh, Hj. Niazah A. Hamid selaku Ketua Dekranasda Aceh hari ini meninjau desa Ulee Madon, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara dalam kunjungan kerjanya pada acara pembinaan, penilaian desa kerajinan dan penyerahan bantuan kepada pengrajin bordir, 13 Mei 2014.

Tinjauan ini dilakukan Ummy Niazah sapaan akrab isteri Gubernur berkat laporan tim pembina provinsi yang sudah berulang kali pembinaan di Aceh Utara dan melaporkan ada banyak potensi produk kerajinan bordir yang sudah berkembang disini.

Turut hadir pula Ketua Dekranasda Kab. Aceh Utara, Kadisperindag Aceh Utara, Kepala Dinas Sosial Aceh Utara dan Muspika Aceh Utara.

Dalam pidato singkatnya ummy Niazah mengharapkan agar para Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) agar terus meningkatkan semangat kerja para perajin tradisional Aceh dan selalu membina para perajin secara berkala untuk mendapatkan hasil produktif yang berkualitas tinggi.
 
“Saya sangat berharap agar para pengurus Deskranasda Aceh Utara tetap mengingkat fungsi dan terus menggali dan membina para perajin agar mendapatkan produk yang berkualitas yang dapat di pasarkan ke pasar internasional,” tegasnya.

Dekranasda bertujuan untuk menggali dan mengembangkan serta membina penemuan dan penggunaan teknologi baru untuk meningkatkan kualitas dalam rangka memperkokoh jati diri budaya bangsa. Dekranasda yang di bentuk pada tanggal 3 Maret 1980 dalam himpunan pusatnya bernama Dekranas berfungsi sebagai sarana untuk menghimpun potensi dari para pemangku kepentingan, bagi pengembangan produk kerajinan sebagai dari bagian seni dan budaya.

Atas dasar tujuan dan fungsi dekranasda itulah maka desa Ulee Madon dimana 80 persen masyarakatnya melakukan usaha bordir dan  mendapat predikat desa kerajinan terbaik se-Aceh. Di desa ini terdapat sekitar 11 UKM Pengrajin Tas Motif Aceh yang bertumbuh kembang secara alami sejak 15 tahun yang lalu dan saat ini mampu menyerap sekitar 170 orang tenaga kerja.

Hiasan bordir memiliki ciri khas atau motif tersendiri yang dapat dilihat pada hasil produksi  tas, dompet  dan hiasan dinding bordir motif Aceh. Industri ini dikelola oleh beberapa rumah tangga (home industry).

Dalam tinjauan ke desa Ulee Madon tadi Ummy Niazah memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah) dan bantuan bahan serta peralatan yang di butuhkan perajin seperti lem ABG tiga kaleng, benang extra 3 gros, kain prada hujan 2 ball, karet sol 10 lembar dan kain krah 3 ball. Bantuan ini diharapkan dapat memacu para perajin untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya.

http://www.ppid.humas.acehprov.go.id

 

Last Update Generator: 22 Jul 2018 10:17:24