Gangguan Jiwa di Aceh Banyak Disebabkan oleh Napza

Kesehatan Rabu, 25 Oktober 2017 - Oleh opt4

Banda Aceh - Dinas Kesehatan Aceh peringati Hari Kesehatan Jiwa se-dunia dirangkai dengan pelaksanaan Rakor Teknis dan Evaluasi Program Kesehatan Jiwa Masyarakat di Gedung Serba Guna Kantor Gubernur, Selasa, 24/10/2017.

Gubernur Irwandi Yusuf dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum, Kamaruddin Andalah  mengatakan bahwa peringatan Hari Kesehatan Jiwa se-dunia merupakan momentum untuk berkampanye dan merumuskan kembali langkah-langkah terbaik dalam meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan jiwa.

“Bagi kami Aceh, hal ini sangat penting sebab menurut Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013, prevalensi gangguan jiwa berat di Aceh cukup tinggi, yakni sebesar 2,7% kasus per mil atau berada di atas rata-rata nasional yang berkisar 1,7 kasus per mil” ujarnya.

Kamaruddin menjelaskan bahwa gangguan jiwa di Aceh tidak hanya disebabkan oleh masalah emosional, tetapi juga banyak disebabkan oleh penyalahgunaan Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA).

Ia berharap melalui kegiatan ini, pemerintah dapat merumuskan kembali langkah terbaik dalam penanganan pasien penyakit jiwa di Aceh dan dapat menurunkan prevalensi penyakit jiwa secara berkala.

Acara itu dihadiri oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan RI, DR. Dr. Fidiansjah, SpKJ, MPH dan narasumber dari Melbourne University, CBM Indonesia, Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. (uci/ri-jf)

Sumber : diskominfo.acehprov.go.id

 

Last Update Generator: 23 Nov 2017 12:02:38