Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Aceh

Menteri Agama Buka Acara Pentas PAI

Agama Selasa, 10 Oktober 2017 - Oleh opt4

Banda Aceh - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka acara Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Tingkat Nasional ke VIII Tahun 2017 di Taman Ratu Safiatuddin, Senin (9/10).

Dalam sambutannya Lukman mengatakan Pentas PAI ini mengusung tema Merawat Keragaman, Mantapkan Keberagaman. Wahana ini untuk menggali potensi dan minat generasi muda bidang pendidikan agama.

Penyelenggaraan ini merupakan kebutuhan kita semua sebagai orang tua dan anak yang sedang menempuh dunia pendidikan dari jenjang dari Sekolah Dasar sampai SMA/SMK terhadap pengetahuan agama, katanya.

"Dengan adanya kegiatan tersebut dapat mengetahui terhadap bakat, potensi, minat dan juga ketrampilan setiap peserta didik dalam pendidikan bidang agama islam", terangnya.

Lebih lanjut lukman mengatakan Kegiatan itu juga merupakan ajang silaturahim, saling berinteraksi membangun relasi tidak hanya siswa tapi guru dan pengelola sekolah yang mengajarkan pendidikan agama Islam.

"Merawat keragaman dalam keagamaan sangat penting, sebab pendidikan agama Islam seharusnya dikaitkan dengan karakteristik jati diri Indonesia yang memang tidak terpisah dari keragaman dalam banyak aspeknya di satu sisi dan nilai-nilai regeliusitas keagamaan disisi yang lain ", ungkapnya.

Ditempat yang sama Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dalam sambutannya berharap kepada semua yang sudah hadir di Aceh dapat menikmati suasana nyaman dan damai serta siap mengikuti seluruh rangkai PAI dengan lancar.

Menurut Irwandi perlu kami sebutkan tadi menikmati suasana aman dan nyaman karena Aceh masih menderita dengan stikma-stikma tidak nyaman dan aman.

"Malam ini selaku Gubernur Aceh menjamin bahwa Aceh kalau pun tidak dikatakan lebih aman dan nyaman dari provinsi lain menimum sama, bahkan kalau saya sedikit berlebihan provinsi Aceh lebih aman dan nyaman dari provinsi lainnya" ungkpnya.

Lebih lanjut Irwandi mengatakan pentas PAI ini merupakan salah satu wadah yang di mulai untuk melahirkan generasi anak Indonesia yang islami, dapat memperkuat pemahaman tentang islam meningkatkan aspek kecerdasan intelektual, memperkokoh kecerdasan emosional dan mempererat ukhuwah islamiah.

"Momentum ini jangan hanya dianggap sebagai ajang lomba untuk mengukur kemampuan dibidang seni dan islam, tetapi tempat berbagi ilmu pengalaman dan bersilaturrahmi dengan peserta lainnya" terang Irwandi.

Ia menerangkan, sebuah negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa, kita dituntut untuk menghargai pemeluk agama lain.

"islam adalah manyoritas di negeri ini seharusnya kita sebagai manyoritas dapat menjadi pelindung minoritas pemeluk agama lain" pesannya.

Even nasional dua tahunan itu diikuti sekitar 1.200 peserta dari seluruh Provinsi Indonesia dan akan bersaing untuk menjadi yang terbaik di delapan cabang yang diperlombakan, yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Lomba Pidato PAI (LPP), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), Lomba Cerdas Cermat PAI (LCP), Lomba Kaligrafi Islam (LKI), Lomba Seni Nasyhid (LSN), Lomba Debat PAI (LDP), dan Lomba Kreasi Busana (LKB). (ri/jl-jf)

 Sumber :diskominfo.acehprov.go.id

 

Last Update Generator: 17 Oct 2017 18:02:01