Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Aceh

Sekda: TPID Aceh Mampu Atasi Ancaman Inflasi

Ekonomi Rabu, 22 Maret 2017 - Oleh opt2

Banda Aceh – Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan, MM mengatakan,  Tim Pengandalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh telah mampu mengatasi ancaman inflasi di Aceh. Terbukti, sepanjang tahun 2016, Inflasi di Aceh berada pada kisaran 4 persen, atau setara dengan sasaran nasional.

Hal tersebut disampaikan Sekda Dermawan saat membuka rapat Koordinasi Wilayah TPID Aceh Triwulan I 2017 di hotel Hermes Palace, Banda Aceh, (21/3/2017).

“Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardojo, juga mengapresiasi berbagai inovasi dan kebijakan yang telah ditempuh oleh Pemerintah Aceh melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Aceh, sehingga mampu mengendalikan inflasi tahunan,” kata Dermawan.

Dermawan juga menyampaikan, sampai Februari 2017, Aceh mengalami  deflasi  atau penurunan angka inflasi sebesar 0,08 month to month atau perbandingan bulanan.  Hal ini  menandakan bahwa distribusi dan ketersediaan pangan sudah sangat memadai.

“Tapi kita jangan cepat berpuas diri, sebab ada banyak tantangan di depan yang berpotensi meningkatkan laju inflasi itu, seperti kenaikan tarif listrik, kenaikan harga BBM dan cukai rokok dan sebagainya,” ujar Dermawan.

Untuk itu kata Dermawan, dalam pertemuan tersebut akan dibahas berbagai langkah dan antisipasi terbaik agar dapat menemukan langkah antisipasi yang tepat dan efektif untuk  menekan Inflasi Aceh 2017 agar tetap kondusif.

“Pada pertemuan ini, fokus perhatian kita lebih banyak tertuju kepada masalah ketersediaan dan Produksi pangan.  Mudah-mudahan keberhasilan kita dalam mengatasi laju inflasi sepanjang tahun lalu dapat pula kita lakukan untuk tahun ini sehingga pertumbuhan ekonomi Aceh berjalan dengan baik,” kata Dermawan.

Pada kesempatan tersebut, Dermawan juga meminta TPID di seluruh kabupaten/kota agar merapatkan barisan dan bersinergi untuk  melakukan langkah-langkah pengendalian yang efektif agar supply and demand kebutuhan pokok masyarakat dapat terjaga.

“pengalaman inflasi sepanjang tahun 2016 ini akan menjadi acuan kita dapat menghadapi tekanan inflasi pada tahun 2017 nanti,” ujar Dermawan

Dermawan berharap diskusi yang akan berlansung dalam rakor tersebut dapat menghasilkan  sejumlah rekomendasi terkait upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi  dan mengendikan inflasi yang berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh Ahmad Farid mengatakan, pencapain inflasi rendah di aceh tidak terlepas dari peran dan upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh dalam melakukan koordinasi untuk menekan gejolak inflasi di Provinsi Aceh yang sejalan dengan strategi 4K, yaitu: menjamin ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi.

“Mencermati perkembangan ekonomi global maupun domestik, kami melihat bahwa pengendalian inflasi di Aceh tahun ini akan lebih menantang dibandingkan tahun lalu,” kata  Ahmad Farid.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Ahmad Farid mengajak semua pihak untuk berdiskusi, sharing, dan koordinasi mengenai implementasi program pengendalian inflasi pada awal tahun 2017, sehingga diharapkan dapat diperoleh kesamaan pandangan & sinergi program dalam pengendalian inflasi di Aceh, baik dalam jangka pendek maupun jangka menengah hingga akhir tahun 2017.

Sumber : humas.acehprov.go.id

 

Last Update Generator: 24 Oct 2017 12:04:38