Difteri di Aceh Sudah Mengkhawatirkan

Kesehatan Jumat, 03 Maret 2017 - Oleh opt2

Kasus difteri di Aceh, meningkat tajam dari tahun ke tahun. Periode Januari-Februari 2017 ini terdapat 53 kasus, bahkan ditemukan penderita yang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, dr. Hanif mengatakan, pada tahun 2016 hanya ditemukan 11 kasus difteri dan meninggal dunia 4 pasien. Pada tahun 2017, baru memasuki 2 bulan meningkat drastis mencapai 53 kasus difteri ditemukan.

“Aceh timbul kembali Difteri, padahal dulu kita sudah menganggap sudah tidak ada lagi,” kata dr Hanif, Kamis (2/3/2017) di Banda Aceh.

Sesuai data dari Dinkes Aceh Januari-Februari 2017, Kabupaten Aceh Utara merupakan daerah yang paling tinggi kasus difteri, yaitu ada 24 kasus. Lalu disusul Kabupaten Pidie Jaya 10 kasus, Banda Aceh yang merupakan pusat ibuk kota Aceh juga tergolong tinggi terjangkit difteri yaitu 7 kasus.

Sedangkan kabupaten lainnya adalah Bireuen 5 kasus difteri, Aceh Barat 3 kasus, Aceh Besar 2 kasus dan Lhokseumawe dan Aceh Selatan hanya 1 kasus. Dari jumlah total 53 kasus difteri seluruh Aceh, 3 orang meninggal dunia akibat tak tertolong diserang virus difteri.

“Penderita difteri ini rata-rata anak-anak. Orang dewasa ada juga yang terkena. Penderita dewasa kurang fatal. Kalau anak-anak itu cukup fatal,” jelas dr Hanif.

Dari data yang diberikan oleh Dinkes Aceh, dari 53 penderita difteri hanya 4 pasien yang mengetahui ada menggunakan vaksin difteri sebelum sakit. Selebihnya 49 pasien mereka menjawab tidak mengetahui pernah atau tidak menyuntik vaksin difteri sebelumnya.

“Segera periksa ke dokter jika ada anak-anak yang mengalami gejala difteri,” pintanya.

Sumber : humas.acehprov.go.id

 

Last Update Generator: 22 Jun 2017 18:01:56