Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Aceh

Sambut Pilkada, Pemerintah Aceh Gelar Dzikir dan Do’a

Agama Senin, 13 Februari 2017 - Oleh opt2

Banda Aceh – Pelaksanaan Zikir dan Do’a diharapkan mampu menghadirkan suasana aman sejuk dan tenang, dalam menyambut Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah di Aceh periode 2017-2022. Sebagaimana diketahui, selain menggelar pemilihan Gubernur, sebanyak 20 kabupaten/kota di Aceh turut pula menggelar pemilihan Bupati dan Wali Kota.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, dalam sambutan singkatnya pada acara Zikir dan Do’a menyambut Pelaksanaan pemilukada, 15 Februari mendatang, yang dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman, Minggu (12/2/2016)

“Dengan pelaksanaan zikir dan do’a malam ini, kita berharap agar ditunjukkan oleh Allah untuk memilih calon pemimpin Aceh yang terbaik sesuai dengan ketetapan hati. Semoga tidak ada masyarakat Aceh yang Golput. Mudah-mudahan, setelah pelaksanaan zikir dan do’a nantinya, Allah akan menunjukkan yang terbaik kepada kita bersama,” ujar Zaini Abdullah.

Sementara itu, Ustadz Arifin Ilham, dalam tausyiahnya menekankan tentang keutamaan dan pentingnya zikir dalam kehidupan dan keseharian manusia. Pimpinan Majelis Dzikir Az- Zikra itu mengingatkan, bahwa dzikir bukan semata memberi ketenangan dan ketentraman pribadi tapi juga mampu mendamaikan seluruh negeri.

“Semoga dzikir ini menjadikan kita pribadi yang tenang menenangkan, damai mendamaikan. Mari kita mulai dzikir ini dengan penuh keikhlasan dan berserah diri kepada Allah,” kata Ustadz Arifin Ilham.

Ustadz Arifin juga sempat mengungkapkan rasa tidak setujunya terhadap anggapan bahwa Aceh adalah daerah rawan pada penyelenggaraan pilkada tahu 2017 ini.

“Saya menyangsikan itu. Saya percaya, masyarakat Aceh adalah pribadi yang baik dan mencintai kedamaian dan tentunya dengan semangat tersebut akan turut menyukseskan Pilkada demi terpilihnya pemimpin yang amanah di masa mendatang.

Oleh karena itu, Ustadz Arifin Ilham mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk memperbanyak dzikir agar Aceh menjadi negeri damai yang Darussalam. Dalam al-Quran, Darussalam merupakan nama Surga. Karena itu, sambung Ustadz Arifin, dengan rutin membaca zikir dapat membawa kedamaian bagi Aceh. “Insya Allah, dengan doa dan zikir pemimpin Aceh akan menjadi pemimpin yang amanah.”

Ustadz Arifin Ilham lahir di Sutuyo Banjarmasin, pada 8 Juni 1979. Istrinya, Wahyuniati al-Wali adalah anak dari ulama Aceh karismatik Aceh, Alm. Abuya Jamaluddin Wali.

“Bagi ulon tuan, Aceh adalah tempat yang istimewa. Ukhwah masyarakat sangat kental. Insya Allah pemimpin yang terpilih juga akan menjaga Aceh sebagai negeri Darussalam,” ujar Ustadz Arifin Ilham.

Ustadz Arifin juga menekankan agar kedepannya, pemimpin Aceh harus menjadikan daerah berjuluk ‘Bumi Serambi Mekah’ ini sebagai daerah teladan bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Ketaqwaan harus menjadi azas pokok kunci utama bagi pemimpin Aceh tercinta, Darussalam ini. Aceh harus diwujudkan menjadi negeri yang masyarakatnya bertaqwa. Karena Allah menjanjikan keberkahan bagi negeri yang dihuni oleh pemimpin dan masyarakat yang bertakwa.

“Itu janji Allah. Sebelum di akhirat saja kita sudah diberikan kegembiraan dan kebahagiaan. Selamat, keberkahan dari Allah untuk Darussalam, Nanggroe Aceh tercinta,” ujar Ustadz Arifin Ilham menutup tausyiahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh seluruh unsur Forkopimda Aceh, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh serta seluruh perwakilan calon Gubernur Aceh periode 2017-2022.

Sumber : humas.acehprov.go.id

 

Last Update Generator: 24 Sep 2017 18:28:14