Soedarmo Ajak Paslon Jaga Situasi Aceh Jelang Pilkada

Kategori : Politik & Hukum Rabu, 11 Januari 2017 - Oleh opt1

Banda Aceh – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Soedarmo, mengajak semua pasangan calon gubernur – wakil gubernur untuk mengimbau seluruh pendukungnya menjaga situasi Aceh, jelang gelaran Pilkada Februari mendatang.

Pemerintah, kata Soedarmo siap memberikan jaminan rasa aman kepada seluruh masyarakat yang punya hak pilih. Untuk itu, dukungan dari pasangan calon sagat dibutuhkan sehingga Pikada bisa menjadi gelaran pesta yang berlangsung damai, aman dan berintegritas.

“Mari sama-sama kita bekerjasama. Jangan sampai masyarakat pemilik hak suara merasa terintimidasi sehingga (masyarakat) dapat menyalurkan suara di TPS sesuai dengan hati nuraninya,” ujar Soedarmo dalam sambutannya saat silaturrahmi KIP dengan seluruh pasangan calon gubernur – wakil gubernur di Restoran Pendapa Gubernur Aceh, Selasa 10/01/2016).

Soedarmo menyebutkan, pesta demokrasi sudah saatnya disambut dengan penuh suka cita tanpa tekanan dan intimidasi. Aparat kepolisian yang didukung oleh TNI akan memberikan rasa aman kepada masyarakat hingga ke TPS.

Bawaslu memang mengategorikan Aceh sebagai daerah dengan kerawanan tinggi. Namun demikian, Aceh harus membuktikan dengan realita di lapangan, bahwa Pilkada nanti akan berlangsung aman. “Kita harus mampu balikkan penilaian itu,” ujar Soedarmo.

Kepada para penyelenggara, Soedarmo berpesan untuk senantiasa berlaku netral. Semua kecurangan diminta untuk segera ditindak.

Sementara itu, Ketua Komisi Independen Pemilihan – Aceh, Ridwan Hadi, mengajak semua Calon Gubernur Aceh untuk merekatkan silaturrahmi antarsesama sehingga  hubungan antarsemua calon dan para pendukung bisa semakin baik jelang Pilkada Februari mendatang.

Ridwan Hadi menyebutkan, semua calon yang maju adalah putra terbaik Aceh. Mereka bukan semata milik partai pengusung, melainkan milik bersama seluruh rakyat Aceh.

“Kemenangan nantinya bukanlah kemenangan para calon, partai pengusung dan bukan pula kemenangan para pendukung tapi kemenangan rakyat Aceh,” ujar Ridwan Hadi.

Ridwan Hadi berharap, siapa pun yang nanti memimpin Aceh bisa memberikan kesejahteraan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Ketentraman saat ini hendaknya mampu kita pertahankan sehingga pelaksanaan pilkada dapat terselenggara dengan aman, damai dan berintegritas.”

Tambah 1900 Personil

Sementara itu, Kepala Biro Operasi Polda Aceh, Kombes Pol Guntur Widodo, menyebutkan, Mabes Polri akan mendatangkan petugas tambahan untuk mengamankan Pilkada serentak 15 Februari mendatang.

Saat ini, jelas Guntur, sudah ada tambahan 646 personil Brigade Mobil (Brimob) yang akan membantu mengamankan Pilkada di seluruh Aceh. tugas pertama mereka adalah membantu penanganan gempa Pidie Jaya.

“Mabes (Polri) akan mengirimkan tambahan personil untuk mengamankan pelaksanaan pilkada nanti sebanyak 1900 personil. Mereka akan dikirim ke Aceh 19 Januari nanti,” ujar Guntur.

Polda Aceh, ujar Guntur, telah menyusun rencana pengaman dari setiap kegiatan yang telah direncanakan oleh KIP Aceh selaku penyelenggara Pilkada.

Sementara itu, Pangdam Iskandar Muda, Tatang Sulaiman mengatakan paska-pencoblosan merupakan waktu krusial, yang punya potensi terjadi berbagai pelanggaran.

Untuk itu, sebulan jelang pemilihan, Pangdam mengimbau agar para calon bisa memberikan pemahaman kepada pendukungnya untuk  mengikuti tahapan politik secara adil dan bermartabat.

“Saya berharap kampanye berjalan aman. Mohon dukungan dan kerjasama yang baik sehingga kita akan mampu menyelenggarakan pilkada yang baik, aman dan damai,” pugkas Pangdam IM. (Ngah/Hamzah)

Sumber : humas.acehprov.go.id