Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Aceh

Masyarakat Aceh harus Tangguh dan Siap menghadapi Bencana

Sosial & Kemasyarakatan Sabtu, 31 Desember 2016 - Oleh opt2

Banda Aceh – Bencana tsunami telah berlalu 12 tahun, namun kedahsyatan bencana yang dipicu oleh gempa bumi berkekuatan 9,3 SR itu masih melekat dalam ingatan. Setelah peristiwa itu, berbagai bencana lain datang silih berganti, termasuk gempa di Pidie Jaya. Meski demikian  masyarakat harus tetap bersemangat, tidak boleh berputus asa, panik dan paranoid.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Humas Setda Aceh, Frans Dellian, SSTP M Si, saat membacakan sambutan tertulis Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Soedarmo, pada acara Malam Renungan Tsunami dan Penggalangan Dana, Semalam Beramal untuk Ie Mata Pidie Jaya, yang diselenggarakan oleh Kaukus Perempuan Politik Indonesia, di Taman Budaya, Jum’at (30/12/2016) malam.

“Bencana harus menjadi tantangan agar kita senantiasa menjalin kebersamaan dan tampil sebagai manusia yang tangguh dan peduli dengan masalah sosial. Kita mesti merumuskan langkah dan upaya strategis untuk menanggulangi ancaman tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan pengetahuan tentang kebencanaan dan senantiasa waspada menghadapi situasi terburuk,” ujar Frans.

Frans menambahkan, karena letak Aceh yang secara geografis berada di atas sejumlah patahan, maka Pemerintah Aceh beserta instansi terkait, terus meningkatkan upaya penanganan berkelanjutan terhadap potensi bencana di Aceh.

“Pengalaman yang sudah-sudah akan kita jadi sebagai pembelajaran. Karena itu, kita harus terus memperkuat solidaritas dan persaudaraan serta senantiasa mengevaluasi diri dan meningkatkan ibadah kepada Allah,” sambung Frans.

Oleh karena itu, sambung Frans, malam renungan 12 tahun bencana tsunami Aceh yang dilaksanakan oleh KPI ini merupakan refleksi dari tekad seluruh elemen masyarakat Aceh untuk terus memperkuat semangat diri, seraya berdoa kepada Allah agar mampu menghadapi tantangan dan cobaan.

“Sebagai hamba Allah, semua kita tentu tak luput dari berbagai cobaan dan tantangan hidup. Cobaan dan tantangan itu datang silih berganti sebagai sunatullah yang berlaku bagi setiap insan di dunia ini. Kita harus bersabar dan tawakkal,” pesan Frans.

Transisi Darurat Pidie Jaya 90 Hari

Dalam kesempatan tersebut, Frans juga menjelaskan tentang situasi terkini penanganan Pidie Jaya dan sekitarnya pasca gempa. Sebagaimana diketahui, pasca gempa 7 Desember, Plt Gubernur telah menetapkan status Tanggap Darurat selama 14 hari, untuk penanganan gempa Pidie Jaya.

Sejak berakhir masa tanggup darurat  20 Desember lalu, Pemerintah Aceh melanjutkannya dengan  masa Transisi Darurat untuk menuju proses pemulihan yang berjalan selama 90 hari kerja, dimulai 21 Desember 2016 hingga 20 Maret 2017.

“Terkait penanganan gempa yang baru saja melanda wilayah Pidie Jaya dan sekitarnya, perlu kami sampaikan bahwa upaya evakuasi bagi para korban telah selesai dilaksanakan, sejalan dengan berakhirnya masa tanggap darurat pada 20 Desember lalu. Untuk membantu meringankan penderitaan para korban, Pemerintah Aceh telah menyalurkan berbagai bantuan, termasuk pemberian santunan bagi korban meninggal dan luka-luka,” ungkap Frans.

Mulai Januari, lanjut Frans, Pemerintah juga akan membangun dan merehab beberapa rumah warga dan sarana publik yang rusak. Karena itu kita berharap upaya penggalangan dana untuk korban gempa Pidie Jaya dapat terus berlanjut dan disalurkan melalui jalur yang telah ditentukan.

“Upaya penggalangan dana yang dilakukan KPPI Wilayah Aceh ini  adalah salah satu upaya untuk mendapatkan bantuan bagi penanganan gempa Pidie jaya. Kita berharap pada para donatur dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berkontribusi membantu proses pemulihan yang berjalan,” kata Frans.

Malam pengggalangan dana tersebut diisi dengan pemutaran rekaman video pembacaan puisi berjudul ‘Dukamu Duka Kami’ oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, yang telah direkam sebelumnya. Puisi tersebut dipersembahkan oleh Soedarmo untuk para korban gempa Pidie Jaya.

Sejumlah politisi terlihat hadir dalam acara tersebut. Hingga acara berakhir, donasi yang dikumpulkan mencapai puluuhan juta rupiah. Ismaniar SE, Ketua KPPI Aceh, dalam sambutannya menjelaskan, bahwa donasi yang terkumpul malam ini akan disalurkan seluruhnya kepada korban Gempa Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen.

“Berapapun yang terkumpul di akhir acara ini akan kita serahkan langsung kepada korban gempa,” tegas Ismaniar.

Selain pertunjukan seni, kegiatan tersebut juga diisi dengan lelang produk kosmetik. Kepala Biro Humas Setda Aceh berhasil menjadi penawar tertinggi untuk paket produk kosmetik La Tulipe.

Mari Wujudkan Pilkada Damai

Sementara itu, menghadapi pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah 2017, yang saat ini telah memasuki beberapa tahapannya. Frans mengajak semua pihak untuk terus mengawal pelaksanaan pemilukada yang aman dan damai.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa pelaksanaan pilkada serentak di Aceh sudah semakin dekat. Oleh karena itu saya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya para aktivis perempuan untuk mari bersama-sama kita mewujudkan pilkada Aceh yang aman, damai, jujur, adil, dan bebas dari intimidasi,” pungkas Frans Dellian.

Sumber : humas.acehprov.go.id

 

Last Update Generator: 23 Jul 2017 06:04:19