Asisten III: Pemuda Harus Tampil Sebagai Penggerak Masarakat

Kategori : Umum Sabtu, 31 Desember 2016 - Oleh opt2

Banda Aceh – Asisten III Setda Aceh, Syahrul SE, M.Si, menyebutkan pengaruh globalisasi mendorong banyak pemuda berpikir egois, larut dalam pergaulan bebas, dan terlibat dalam berbagai kejahatan. Karena itu, kata Syahrul, organisasi kepemudaan harus aktif membina para pemuda.

“Pemuda harus tampil sebagai penggerak masyarakat dalam menenangkan setiap isu-isu dan gejolak sosial yang terjadi di lingkungannya,” ujar Syahrul dalam penganugerahan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) 2016 di Amel Convention Hal, Jumat (30/12/2016).

Kepada KNPI, Syahrul berpesan untuk terus membina organisasi kepemudaan itu secara profesional dengan menumbuh kembangkan semangat patriotisme dan nasionalisme melalui berbagai kegiatan pelatihan dan ketrampilan. Dengan demikian, KNPI bisa mendorong semakin banyak pemuda Aceh menjadi pemuda kreatif yang tampil sebagai inspirasi bagi masyarakat.

Syahrul berharap, KNPI Aceh bisa selalu tampil sebagai inspirator bagi hadirnya pemuda di garis depan dalam mendukung pembangunan daerah. Tanpa peran pemuda, kata Syahrul, pembangunan bangsa akan berjalan rapuh dan tidak terawasi dengan baik.

“Jika ada peran pemuda (dalam pembangunan bangsa), dinamika pembangunan pasti berjalan lebih semarak, terarah dan transparan. Hal ini penting, sebab pemuda adalah pemicu bagi gerak cepat pembangunan,” kata Syahrul.

Sementara itu, Jamaluddin, Ketua DPD KNPI Aceh, menyebutkan, sedikitnya KNPI memberikan anugerah dalam lima kategori. Kategori pertama adalah diberikan untuk DPD II Kabupaten dan Kota terbaik di Aceh, kategori selanjutnya adalah usaha binaan KNPI terbaik, anugerah kepada pemuda berprestasi di bidang agama – penghafal Quran –, kategori pemuda ekonomi kreatif dan anugerah kepada pekerja sosial yang berdedikasi membangun bangsa Indonesia.

“Kami memiliki sejumlah kekurangam dan di antara kekurangan itu, kami coba memaknai hidup ini untuk berbagi dengan sesama,” ujar Jamaluddin. Ia menyebutkan, persoalan Aceh adalah persoalan kemiskinan, dan ketidaktersediaan lapangan kerja karena tidak menguasai keterampilan. “Sekarang siapa yang mau berjibaku untuk mencetak genarasi muda yang mandiri.”

KNPI Aceh, kata Jamaluddin telah membina sekitar 1500 pemuda dalam 40 pelatihan dan pembinaan yang mereka lakukan. Sedikitnya, KNPI telah membuka 200 tepat usaha di seluruh Aceh.

“Aceh membutuhkan orang yang bisa mengolah besi tua menjadi emas, bukan menjadikan emas menjadi besi tua. Ayo berbuat demi kemajuan kita bersama. Mari bekerja untuk berbagi dengan semua,” ujar Jamaluddin.

Mereka yang mendapatkan anugerah KNPI 2016 adalah sebagai berikut. DPD KNPI terbaik diraih oleh DPD KNPI Aceh besar. Sementara usaha binaan KNPI terbaik diraih oleh Junaidi, anugerah kepada pemuda berprestasi di bidang agama – penghafal Quran – diraih oleh Fitria Ulfi, kategori pemuda ekonomi kreatif diraih oleh Arzmah dan anugerah kepada pekerja sosial yang berdedikasi membangun bangsa Indonesia Rahmat Maulizar.

Sumber : humas.acehprov.go.id