Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Aceh

Pemerintah Harus Siapkan SOP Penanggulangan Bencana

Umum Selasa, 27 Desember 2016 - Oleh opt1

Banda Aceh – Plt Gubernur Aceh, Soedarmo mengatakan, bencana tsunami Aceh harus menjadi pelajaran bagi Pemerintah dan masyarakat Aceh dalam mitigasi bencana sehingga Pemerintah maupun masyarakat selalu siap dan siaga dalam menghadapi berbagai bencana yang bisa terjadi kapan saja.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Soedarmo dalam sambutannya pada acara peringatan 12 tahun Tsunami Aceh yang dilaksanakan di Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, Banda Aceh, Senin (26/12)

Hal tersebut kata Soedarmo bisa dilakukan dengan menyiapkan Standar Operasional Procedur (SOP), konsep – konsep penyelamatan dan melakukan latihan-latihan umum dalam menghadapi bencana alam.

“Setelah peringatan tsunami hari ini, kita harap  pemerintah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten memikirkan konsep-konsep SOP panggulangan bencana agar jika terjadi bencana bisa di tanggulangi dengan cepat,” kata Seodarmo.

Pemerintah Aceh kata Seodarmo harus mampu mandiri dalam mengatasi berbagai bencana alam. Karena Aceh merupakan salah satu wilayah yang rawan bencana alam.

“Yang lebih penting, dan harus kita lakukan adalah bagaimana kita memetik pelajaran dari peristiwa itu sebagai landasan untuk menata diri lebih baik ke depan,” kata Soedarmo.

Salah satu pelajaran itu kata Soedarmo, perlunya mendorong agar masyarakat Aceh peduli tentang masalah kebencanaan. Apalagi Aceh termasuk salah satu wilayah yang terletak di kawasan rawan bencana.

“Pengetahuan di bidang kebencanaan juga  harus  kita tingkatkan agar upaya mitigasi bencana dapat kita lakukan secara cepat, efektif dan masif,”.

Beberapa dari bencana yang melanda Aceh lanjut Soedarmo,  terjadi akibat kerusakan alam, di mana manusia turut berperan melakukannya.  Untuk itu ia mengajak  semua pihak agar dapat menahan diri dari segala perbuatan yang berpotensi merusak alam lingkungan.

“Mari kita jadikan momentum peringatan tsunami ini untuk melahirkan perilaku positif dalam diri kita agar lebih peduli menjaga alam lingkungan,” ujar Soedarmo.

Soedarmo juga menghimbau agar masyarakat Aceh di tingkat-tingkat kecamatan untuk membentuk dan mengembangkan komunitas-komunitas peduli bencana serta aktif mensosialisasikan teknik-teknik penanggulangan bencana.

Kapasitas para personil Badan Penanggulangan bencana, Tim SAR dan tim-tim relawan lainnya juga perlu terus ditingkatkan.

“Jika pengetahuan kebencanaan kita cukup baik, upaya mitigasi bencana akan dapat kita lakukan dengan lebih baik lagi,” ujar Soerdarmo.

Seodarmo berharap program penanggulangan bencana di Aceh benar-benar dijalankan dengan baik demi memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Walikota Banda Aceh, Hasanuddin menyampaikan, peringatan Tsunami yang dilakukan setiap tahun merupakan momentum bagi masyarakat Aceh untuk berkumpul dan saling menguatkan serta mendukung satu sama lain.

“Setelah 12 tahun tsunami Aceh, kita telah membuktikan kepada dunia bahwa masyarakat Aceh tangguh baik secara mental maupun fisik,” kata Hasanuddin

Bencana besar yang melanda Aceh lanjut Hasanuddin, tidak mematahkan semangat masyarakat Aceh untuk bangkit dan menjadi masyarakat yang lebih baik. Hal ini kata Hasnuddin membuat masyarakat dari luar datang ke Aceh untuk belajar dari pengalaman masyarakat Aceh.

“Semangat ini harus terus kita teruskan kepada anak-anak kita agar mereka tetap tangguh dan kuat dalam menghadapi berbagai bencana alam,” ujar Hasanuddin.

Untuk itu kata Hasanuddin, para pemimpin, guru dan orang tua memiliki peran untuk mengajarkan generasi muda tentang mitigasi bencana dan menjaga lingkungan.

“Kita harus memastikan masyarakat mengenal dan merawat fasilitas penanggulangan bencana seperti rambu-rambu bencana. Jalan dan gedung evakuasi,” kata Hasanuddin.

Hasanuddin juga mengajak masyarakat agar selalu siap siaga karena tidak ada yang bisa memastikan kapan dan dimana bencana alam itu datang.

Pada peringatan Tsunami ke 12 ini juga dilaksanakan Zikir bersama dan penyerahan santunan kepada anak yatim. Selain itu juga di isi dengan Tausiah yang disampaikan Rektor Universitas Islam Ar-Raniry, Prof. Dr. Farid Wajdi.  Plt. Gubernur Aceh juga menyempatkan diri berziarah ke Kuburan masal Ulee Lhueu bersama Forkopimda Aceh, Tokoh dan masyarakat.

Sumber : humas.acehprov.go.id

 

Last Update Generator: 23 Jul 2017 06:25:09