Sekda: Tahun 2015, Aceh Peringkat 4 Produksi Padi Nasional

Kategori : Ekonomi Rabu, 21 Desember 2016 - Oleh opt2

Banda Aceh – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, produksi padi Aceh tahun 2015 menyentuh angka 2,3 juta ton, atau meningkat sebesar 28 persen jika dibandingkan dengan tahun 2014 yang hanya 1,8 juta ton. Peningkatan yang cukup signifikan ini berhasil menempatkan Aceh pada ranking ke-4 secara nasional untuk peningkatan produksi padi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan MM, saat membacakan sambutan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Mayjen (Purn) TNI Soedarmo pada pembukaan Rapat Koordinasi Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai dan Peningkatan Luas Tambah Tanam Padi di Aceh tahun 2016, yang di pusatkan di Amel Convention Hall, Selasa (20/12/2016).

“Mudah-mudahan prestasi ini dapat kita tingkatkan. Data ini tentunya menjadi pembelajaran bagi kita untuk meningkatkan kinerja guna mendukung kemajuan sektor pertanian Aceh di masa mendatang. Karena itu, pelaksanaan rapat koordinasi ini diharapkan dapat merumuskan program kerja yang lebih komprehensif, sehingga upaya menjadikan Aceh sebagai lumbung pangan nasional tahun 2017 dapat terwujud,” kata Dermawan.

Untuk mencapai harapan tersebut, Sekda menghimbau kepada para peserta agar mendukung dengan memberikan, saran dan kontribusi ide, sehingga di akhir pertemuan akan menghasilkan rekomendasi yang bisa menjadi rujukan bagi pemerintah Aceh dalam menyusun program pada tahun-tahun mendatang.

Sekda menambahkan, hasil pertanian Aceh, khususnya padi, jagung dan kedelai, dari tahun ke tahun telah mampu memberikan kontribusi kepada produksi nasional, sesuai dengan target yang diharapkan. Jika menilik dari ketersediaan lahan, Sekda optimis produksi pertanian Aceh sangat berpeluang untuk lebih ditingkatkan lagi.

Dalam upaya peningkatan produksi itu, tambah Dermawan, Pemerintah Aceh telah melakukan berbagai upaya, antara lain bantuan sosial melalui penerapan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu, Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu, pemberian benih, pupuk dan alat serta mesin pertanian kepada komunitas petani serta berbagai bantuan lainnya.

“Bantuan itu tentu saja tidak lepas dari besarnya perhatian Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pertanian, bagi sektor pertanian di Aceh. Untuk itu, atas nama Pemerintah Aceh, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan. Di masa depan kami berharap perhatian bagi kemajuan pertanian Aceh dapat lebih ditingkatkan lagi mengingat pertanian merupakan pilar utama ekonomi di daerah ini,” lanjut Sekda.

Untuk mendukung usaha pertanian di daerah ini, Pemerintah Aceh fokus pada pengembangan tiga komoditi utama, yaitu padi, jagung dan kedelai. Untuk tahun 2016, Pemerintah Aceh telah menetapkan luas penanaman padi mencapai 512.756 hektar guna mencapai target produksi 2,55 juta ton gabah kering giling, dengan tingkat produksivitas sekitar 52 kwintal per hektarnya.

Sementara untuk jagung, produksinya diharapkan 250 ribu ton  dengan areal luas tanam 60.000 hektar. Untuk kedelai umlah produksinya sebesar 70 ribu ton dengan sasaran luas tanam sebesar 47.526 hektar.

“Untuk mewujudkan target tersebut, strategi yang ditempuh adalah dengan cara peningkatan sistem pertanian, penyediaan benih berkualitas melalui pengembangan desa mandiri benih, peningkatan pengelolaan dan penyediaan alat mesin pertanian, perbaikan jaringan irigasi dan peningkatan areal tanam, serta pemanfaatan lahan tidur dan pencetakan sawah baru,” ungkap Sekda.

Selama ini, sambung Sekda, upaya membuka lahan baru bekerjasama dengan TNI, hal ini akan terus ditingkatkan. Sekda menambahkan, Pemerintah Aceh juga meminta para Bupati/Wali Kota se-Aceh dapat memberi dukungan penuh bagi program ini.

“Dengan program yang simultan ini, kita akan mampu mencapai target yang diharapkan. Kami mengapresiasi sinergitas antara Kodam Iskandar Muda dengan Pemerintah Aceh, dalam upaya mensejahtera petani melalui program Upsus Pajale ini. Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Kabupaten/Kota akan terus berupaya menjalankan program ini demi mensejahterakan masyarakat petani,” pungkas Sekretaris Daerah Aceh.

Sumber : humas.acehprov.go.id