Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Aceh

Gubernur: Potensi Pariwisata Aceh Terus Dibenahi

Wisata & Lingkungan Selasa, 20 September 2016 - Oleh opt2

Banda Aceh – Pemerintah Aceh terus berbenah dan memaksimalkan berbagai kekayaan dan potensi alam yang berlimpah, baik dalam bentuk kandungan mineral, seperti minyak, gas alam, emas dan berbagai jenis tambang lainnya, serta berbagai potensi wisata alamnya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, dalam sambutan singkatnya dihadapan para peserta Rapat Koordinasi Kebudayaan dan Pariwisata, yang memenuhi Ballroom Hermes Palace Hotel, Senin (19/9/2016).

“Aceh kaya dengan pesona dan keberagaman seni budaya, peninggalan sejarah Islam masa lalu, peninggalan Tsunami yang telah mendunia, serta beragam kuliner Aceh yang telah menjadi daya tarik wisatawan nusantara,” ujar Gubernur.

Pria yang akrab disapa Doto Zaini itu mengungkapkan, Aceh memiliki sekitar 803 objek wisata dan 774 situs dan cagar budaya yang tersebar diberbagai daerah di seluruh Aceh. Seluruh potensi wisata tersebut akan menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang ke daerah berjuluk Serambi Mekah ini.

“Berbagai potensi wisata tersebut akan terus kami berdayakan secara arif dengan selalu memelihara nilai budaya lokal dan keseimbangan lingkungan, untuk mensejahterakan rakyat dengan selalu melibatkan peran serta masyarakat.

Sebagaimana diketahui, saat ini Aceh masih bergantung kepada sumber dana transfer dari Pemerintah, seperti Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Tambahan Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas (TDBH Migas).

“Saat ini Aceh sedang mencari sumber-sumber penganggaran produktif lainnya, salah satunya adalah sektor pariwisata. Kami terus mempersiapkan diri saat transfer Dana Otsus dan TDBH Migas berakhir. Pariwisata menjadi leading sector dalam melanjutkan pembangunan Aceh nantinya,” tambah Doto Zaini.

Dinominasikan sebagai Destinasi Budaya Ramah Wisatawan Muslim Terbaik 2016

Pembangunan sektor pariwisata terus digenjot secara serius oleh Pemerintah Aceh. Upaya tersebut telah membuahkan hasil dengan masuknya Aceh sebagai salah satu nominator dalam Kompetisi Pariwisata Halal Nasional 2016 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata RI.

“Masuknya Aceh dalam nominasi sebagai “Destinasi Budaya Ramah Wisatawan Muslim Terbaik 2016” tentu saja menjadi sebuah kebanggaan bagi seluruh masyarakat Aceh. Disisi lain, aparatur terkait juga merasa senang, karena jerih payah mereka sudah menampakkan hasil,” tambah Doto Zaini.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas sambutan masyarakat yang begitu antusias melakukan voting dan mengajak voting secara online, baik melalui media cetak, maupun elektronik, seperti Media Sosial.

“Semoga Aceh terpilih sebagai Pemenang, dan akan mewakili Indonesia pada ajang World Halal Travel Awards 2016 di Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), sekaligus mendukung Program Pemerintah untuk mencapai 20 juta angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Tahun 2019.”

Untuk mengembangkan sektor pariwisata, Pemerintah Aceh telah menempatkan sektor pariwisata sebagai portfolio business. Hal tersebut diejawantahkan melalui branding wisata terbarunya, yaitu ‘The Light of Aceh’ atau ‘Cahaya Aceh’. Nantinya Branding ini akan selalu bersanding serasi dengan ‘Wonderful Indonesia’ atau ‘Pesona Indonesia’.

Pusat harus Mendukung

“Kami juga menyadari bahwa kemajuan teknologi telah berdampak pada pergeseran gaya hidup masyarakat, sehingga diperlukan peran teknologi informasi dan komunikasi atau ‘Go Digital’ dalam memasarkan destinasi wisata unggulan melalui peran media sosial. Namun, dukungan Pemerintah Pusat sangatlah kami harapkan,” sambung Gubernur.

“Oleh karena itu, kami berharap Bapak Menteri berkenan memperkuat pengembangan Pariwisata Aceh melalui beberapa hal, antara lain peningkatan aksesibilitas dengan membuka dan menambah beberapa rute penerbangan, pelayaraan dan membenahi jalur darat” kata Gubernur.

Rute penerbanagan yang dimaksud oleh Gubernur adalah rute Banda Aceh-Singapore, Sabang-Medan dan Bener Meriah-Medan. Selain itu Gubernur juga meminta agar dibuka jalur laut Sabang–Phuket-Langkawi, serta membenahi prasarana transportasi jalan untuk lintas Barat, Tengah dan Timur Aceh.

Selain itu Gubernur juga meminta agar Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata melakukan penataan amenitas di beberapa objek wisata, mempromosikan Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal unggulan ke manca negara, membenahi dan meningkatkan atraksi budaya, perbaikan kualitas SDM Pelaku Industri, serta pengembangan industri wisata halal Aceh.

“Saya berharap rekomendasi dari rakor ini menjadi semangat kami untuk menjadikan Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal terbaik di Indonesia. Apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak, khususnya kepada Bapak Menteri Pariwisata RI dan jajaran yang selalu mendukung kemajuan industri pariwisata di Aceh,” pungkas Gubernur.

Menpar: Pariwisata Sektor yang Sangat Menjanjikan

*Aceh Internasional Rapa’i Festival, Sail Sabang dan Festival Danau Lut Tawar

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, dalam pemaparan singkatnya sebelum membuka acara menjelaskan, bahwa pariwisata adalah sektor yang sangat menjanjikan dan menjadi penyumbang Produk Domestik Bruto, penyumbang devisa terbesar keempat dan menyediakan lapangan kerja alternatif.

“PDB pariwisata nasional tumbuh 4,8 persen dengan trend naik hingga 6,9 persen, jauh lebih tinggi dari industri agrikultur, manufaktur otomotif dan pertambangan. Sektor ini juga menjadi penyumbang devisa peringkat keempat nasional, yaitu sebesar 9,3 persen dibandingkan industri lain. Sektor pariwisata juga menyumbang sebanyak 9,8 juta lapangan kerja,” ungkap Menpar.

Sedangkan, untuk mempromosikan tiga event besar tahun 2017, yaitu Aceh Internasional Rapa’i Festival, Sail Sabang dan Festival Danau Lut Tawar, Menpar menyarankan agar Pemerintah Aceh mengikuti berbagai event bertaraf internasional.

Arief juga menyarankan Pemerintah Aceh untuk melakukan berbagai pengembangan destinasi guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, baik dengan menggelar berbagai atraksi budaya dan berbagai kegiatan lainnya. Selain itu perbaikan aksesibilitas darat laut dan udara juga harus dibenahi.

Untuk mendukung berbagai program pengembangan kawasan wisata, Menpar berpesan agar para pemangku kebijakan menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan Sumber Daya manusia, masyarakat dan Industri pariwisata.

Menpar juga mengusulkan tiga program pariwisata prioritas di Aceh, yaitu Aceh menjadi ‘The World’s Best halal Cultural Destination, Sabang menjadi ‘The World’s Best Marine Tourism Destination serta Danau Lut tawar menjadi ‘The World Best Adventure Destination’.

Pembukaaan ditandai dengan penabuhan rapa’i yang dilakukan oleh Menpar, Gubernur Aceh dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza fahlevi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah perwakilan Bupati dan Wali Kota se-Aceh serta para pelaku wisata Aceh.

Sumber : humas.acehprov.go.id

 

Last Update Generator: 23 Jul 2017 06:27:13