Indeks Berita
Jumat, 03 Februari 2017
Sumber: DPRA

ACEH KLB DEMAM BERDARAH !!

ada endemik baru muncul di Aceh yaitu difter...
Jumat, 03 Februari 2017
Sumber: Kota Subulussalam

IBDA’ BINAFSIK !

Jajaran Pemerintah Kota Subulussalam dalam program subuh keliling yang dilaksanakan di Masjid Assaqanah Kampong Tangga Besi Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam pada hari jumat (3/2) berjalan cukup…
Kamis, 02 Februari 2017
Sumber: Kabupaten Aceh Jaya

Pemda Aceh Jaya Latih Kapasitas Aparatur Gampong

Calang, Pemerintah Kabupaten Aceh jaya mengadakan pelatihan Aparatur Gampong yang di adakan di Gedung Serba Guna Kantor Camat Setia Bakti Rabu 01 Pebruari 2017.
Kamis, 02 Februari 2017
Sumber: Kabupaten Aceh Tengah

Musrenbang Kecamatan se-Aceh Tengah Kegiatan Tahun 2018 Mulai Digelar

Musrenbang dibuka oleh Asisten Adm Pembangunan, Amir Hamzah mewakili Plt. Bupati Aceh Tengah
Kamis, 02 Februari 2017
Sumber: Kabupaten Aceh Tengah

Panwaslih Aceh Gelar Sosialisasi Tatap Muka di Takengon

Bagi kami Panwaslih Aceh, dikatakan pengawasan Pemilu berhasil bukanlah banyaknya temuan pelanggaran, akan tetapi tidak adanya pelangaran
Rabu, 01 Februari 2017
Sumber: Kabupaten Aceh Tamiang

Penandatangan Serah Terima Aset Pegawai PNS dan Tenaga kontrak paska terpisahnya Dinas Perhubungan Dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian

Serah Terima Aset Pegawai PNS dan Tenaga kontrak paska terpisahnya Dinas Perhubungan Dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian
Rabu, 01 Februari 2017
Sumber: Kabupaten Aceh Besar

Wakil Bupati Aceh Besar Promosi Doktor di Universitas Negeri Semarang

Aceh Besar, MediaCenter - Wakil Bupati (Wabup) Aceh Besar Drs Syamsulrizal MKes berhasil lulus dalam ujian promosi Doktor Pendidikan program studi pendidikan olahraga (S3) dengan meraih predikat cum laude…
Selasa, 31 Januari 2017
Sumber: Kabupaten Aceh Tengah

Terindikasi Bakso Daging Babi, Sekda Aceh Tengah; PPNS Harus Bekerja

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) harus bekerja, apakah ada tindak pidana yang dilakukan. Karena kegiatan ini telah merugikan banyak konsumen
Senin, 30 Januari 2017
Sumber: DPRA

MASA PERSIDANGAN I ; PARIPURNA 2

DAU untuk biaya peralihan kewenangan belum mencukupi...
Senin, 30 Januari 2017
Sumber: Kabupaten Aceh Tamiang

Plt. Bupati Aceh Tamiang Lantik 50 Pejabat Eselon II dan III

KARANG BARU - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Tamiang Drs. H. Muhammad Ali Alfata, MM, Rabu (25/01) mengukuhkan dan melantik 50 pejabat eselon II dan III setelah struktur organisasi tata kerja (SOTK)…
Minggu, 29 Januari 2017
Sumber: DPRA

MASA PERSIDANGAN I ; PARIPURNA 1 (pembukaan)

pendapat Badan Anggaran terhadap Nota Keuangan Tahun 2017..
Minggu, 29 Januari 2017
Sumber: Kabupaten Aceh Tengah

Dorong Digitalisasi Pariwisata, GenPI Aceh Gelar Raker

Promosi Aceh di internet sudah gencar, dan bagaimana ini bisa terus terjaga dan kami dari pihak pemerintah akan menyiapkan strategi yang nanti kita bisa saling kolaborasi
Minggu, 29 Januari 2017
Sumber: Kabupaten Aceh Tengah

Aceh Tengah Kembangkan Padi Varietas Inpari 28 di Pegasing

Keinginan yang menggebu dari para petani di kecamatan Pegasing untuk mengembangkan varietas Inpari 28, mendapat respon positif dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah, Drh. Rahmandi, M Si
Sabtu, 28 Januari 2017
Sumber: Kabupaten Aceh Tengah

GOW Aceh Tengah Gandeng Istri Cabup-Cawabup Peduli Danau Lut Tawar

Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi lingkungan. Tampak hadir kepala Dinas Lingkungan Aceh Tengah, Zikriadi, Camat Bintang Bikhairi, anggota DPRA Ismaniar serta sejumlah aktivis Forum Penyelamatan Danau…
Rabu, 25 Januari 2017
Sumber: Feed

Baitul Mal Aceh-Rumah Zakat Berkerjasama Berdayakan Muallaf  

Banda Aceh – Baitul Mal Aceh berkerjasama dengan Rumah Zakat (RZ) memberdayakan muallaf Aceh. Bentuk pemberdayaan yang dilakukan melalui program pemberian modal usaha, pelatihan dan khitanan massal bagi anak-anak muallaf miskin.

Untuk pemberian modal usaha 2016, sedangkan untuk pendampingan dilaksanakan hingga Juni 2017 ada sebanyak 171 muallaf yang tersebar di seluruh Aceh seperti Aceh Utara, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Kota Banda Aceh dan Kota Langsa.

Plt Kepala Baitul Mal Aceh, DR.H.Armiadi Musa, MA mengatakan pemberdayaan ekonomi para muallaf ini merupakan hal yang sangat penting, mengingat banyak di antara mereka yang setelah masuk Islam pisah dengan keluarga. Bahkan ada yang tidak mendapatkan warisan lagi dari keluarga mereka.

“Oleh karena itu mereka perlu diberdayakan, dalam hal ini Baitul Mal Aceh menganggarkan dana secara penuh untuk program ini, sedangkan Rumah Zakat sebagai pendampingan selama enam bulan demi kelancaran program tersebut,”ujar Armiadi.

Adapun jumlah modal usaha yang diberikan untuk program pembedayaan muallaf ini bervariasi mulai dari Rp4 hingga Rp8 juta per orang sesuai dengan jenis usaha yang mereka jalankan. Namun pada umumnya usaha para muallaf di kabupaten/kota itu adalah berdagang.

Sementara itu, Branch Manager Rumah Zakat, Riadhi menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan sinergi dengan Rumah Zakat. “Terima kasih kami ucapakan kepada Baitul Mal Aceh atas sinergi yang terjalin Insya Allah program ini akan dijalankan secara optimal,” ujar Riadhi.

Katanya, konsep pemberdayaan yang akan dijalankan untuk muallaf ini meliputi; keterampilan, modal, sarana, penjualan, pencatatan, quantity produksi, omzet, tabungan dan take home pay (THP).

Sedangkan untuk program Khitanan Massal bagi Keluarga Miskin dilaksanakan pada musim liburan sekolah akhir Desember 2016. Jumlah mustahik untuk program ini dengan Rumah Zakat sebanyak 317 anak yang tersebar di beberapa wilayah di Aceh diantaranya, Aceh Besar, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Langsa, Bener Meriah, Aceh Timur, Pidie dan Aceh Jaya.[]

Jumat, 20 Januari 2017
Sumber: Feed

Muallaf Binaan BMA Hasilkan Kerajinan Menjahit

Banda Aceh – Setiap tahun, Baitul Mal Aceh memberi perhatian khusus terhadap muallaf se-Aceh. Perhatian yang diberikan berupa pembinaan, pelatihan dan bahkan Baitul Mal memberikan modal usaha bagi mereka yang memiliki keahlian.

Pada 2016, ada sebanyak 171 muallaf yang telah dibantu Baitul Mal Aceh yang tersebar di beberapa kabupaten/kota se-Aceh, seperti Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Selatan, Langsa, Aceh Utara, Banda Aceh, Aceh Besar dan Abdya.

Muallaf hasil binaan Baitul Mal Aceh kini ada yang sudah mandiri dan bahkan sudah mampu menghasilkan produk yang bisa dijual ke masyarakat. Salah satu contoh pembinaan muallaf yang sukses yaitu di Kota Banda Aceh yang dikoordinir di bawah organisasi Persatuan MuallaF Aceh Sejahtera (PMAS).

Ketua PMAS, Fatimah Zahra mengatakan pembinaan yang diberikan berupa kursus menjahit seperti membuat sprei, bedcover, mukena, gamis, ayunan bayi dan sarung bantal. Bahkan kini mereka sudah mampu menjahit itu semua dan menjual di pasaran.

“Kita berterimakasih kepada Baitul Mal Aceh yang telah memberikam kepedulian kepada muallaf di Aceh. Mereka semua dilatih dari nol hingga sudah mandiri seperti ini,” kata Fatimah.

Fatimah menyampaikan jika ada masyarakat yang ingin memesan sprei, bedcover, mukena, gamis, ayunan bayi dan sarung bantal hasil karya muallaf bisa langsung menghubungi nomor kontak pemasaran mereka 082366297154.

“Anggap saja selain bermanfaat juga sebagai cara bagi kita membantu mereka yang kurang beruntung dan meningkat ekonomi muallaf yang kurang mampu,”pintanya.

Sementara itu Plt Kepala Baitul Mal Aceh Dr Armiadi Musa MA mengatakan Baitul Mal terus memberi pembinaan tersebut kepada mereka yang memiliki keinginan berubah, baik dari segi ekonomi dan meningkatkan ilmu agama.

“Untuk modal usaha bagi muallaf biasanya diberikan sekitar Rp4juta hingga 8 juta per orang. Itu melalui proses verifikasi terlebih dahulu, baru setelah itu mereka kita berikan pelatihan dan alat kerja mereka,”tandas Armiadi Musa.

Ia menambahkan pembinaan seperti merupakan salah satu bentuk pembedayaan zakat produktif. Bantuan yang diterima mustahik tidak habis dipakai, justru dapat bermanfaat yang berkesinambungan.[]

 

Selasa, 17 Januari 2017
Sumber: Feed

Mulai Tahun Ini, RRI Banda Aceh Setor Zakat ke Baitul Mal Aceh

Banda Aceh – Mulai tahun ini, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia Banda Aceh akan menyetor zakat para pegawainya ke BaituL Mal Aceh. Hal itu ditandai dengan penyerahan SK pengukuhan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) oleh Kepala Baitul Mal Aceh Dr Armiadi Musa MA yang diterima langsung Kepala LPP RRI Banda Aceh Drs Syafaruddin AH MM di aula kantor RRI Banda Aceh, Selasa (17/01/2017).

“Ke depan mulai 2017 para pegawai RRI yang penghasilannya mencapai nisab zakat akan dipotong langsung zakatnya dan diserahkan ke Baitul Mal Aceh,” kata Armiadi Musa disela-sela soasialisasi zakat yang juga sekaligus menjadi penceramah maulid di lembaga penyiaran tersebut.

Dalam penyampaian materinya, Armiadi menjelaskan bahwa zakat ditempatkan pada rukun Islam yang ketiga, apabila tidak ditunaikan, maka keislaman seseorang akan cacat.
“Dalam Islam, harta yang berputar itu agar tidak dikuasai diantara orang kaya saja. Dari harta kita ada hak orang lain yang harus dikeluarkan,” ujar Armiadi.‎

Ia menjelaskan lagi, jika seseorang yang meninggal dunia tidak sempat berzakat, harta yang ditinggalkan itu harus tetap dizakati. Misalnya ketika orang tua meninggal, sanak saudara harus tahu hutang almarhum termasuk hutang zakat. Kalau tidak ditunaikan, maka akan jadi masalah bagi si mayat.

“Kenapa ramai orang tidak berzakat, karena menyangkut uang keluar. Bahkan ada orang yang mencari dasar hukum lain agar tidak perlu bayar zakat,” katanya.‎

Sosialisasi juga dikemas dalam bentuk diskusi. Para peserta diberi kesempatan bertanya seputar zakat yang mereka belum paham. Salah seorang peserta bertanya, bagaimana cara menghitung zakat penghasilan dari pegawai. Armiadi menjawab, nisab zakat penghasilan dikalkulasikan sama dengan nisab emas sebanyak 94 gram per tahun. Atau diuangkan sekitar 3,8 juta perbulan.

“Jika penghasilan brutto seseorang sudah mencapai atau melebihi dari jumlah tersebut, maka sudah wajib bayar zakat,” tandasnya.

Kepala LPP RRI Drs Syafaruddin AH MM dalam sambutannnya menyampaikan bangga para pegawai RRI dapat menunaikan kewajibannya ke lembaga resmi pemerintah. Ia meminta Kepala Baitul Mal menjelaskan tentang zakat kepada para pegawai RRI agar menambah pengetahuannya.‎

“Apalagi kami di radio harus mendapatkan wawasan dari berbagai macam, sehingga dalam menyampaikan kepada publik bisa lebih tepat dan bermanfaat,” kata Syafaruddin.‎‎ [‎]‎

Senin, 16 Januari 2017
Sumber: Feed

Pengumuman Seleksi Kepala Baitul Mal Aceh

Berhubung masa jabatan Plt Kepala Baitul Mal Aceh akan berakhir beberapa bulan lagi, maka Pemerintah Aceh dengan ini memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat Aceh untuk mendaftaran dan mengikuti Seleksi Calon Kepala Baitul Mal Aceh.  Syarat dan informasi selengkapnya dapat didownload di bawah ini…

download-button

Selasa, 10 Januari 2017
Sumber: Dinkeswannak Aceh

Plt. Gubernur Apresiasi Budidaya Sapi Aceh di Saree

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Soedarmo, mengapresiasi upaya Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh, Raihanah, mengembangkan dan membudidayakan sapi Aceh.Hal tersebut disampaikan oleh Soedarmo,…
Selasa, 03 Januari 2017
Sumber: Kabupaten Aceh Jaya

RAUZATUL JANNAH GADIS “BERMATA BIRU” SANG PRIMADONA LAMNO ACEH JAYA

Gadis berkulit putih, Berambut Pirang dan bermata biru mungkin terlintas di pikiran kita bahwa dia merupakan bulek dari luar negeri yang berkunjung sepintas di daerah Aceh, Namun saat ini tidak perlu…
Kamis, 29 Desember 2016
Sumber: Feed

BMA Salurkan Beasiswa SKSS

Banda Aceh – Baitul Mal Aceh (BMA) telah menyalurkan beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) kepada dua kampus Negeri yaitu UIN Ar-Raniry dan Unsyiah yang berasal dari keluarga miskin. Beasiswa tersebut menanggung secara penuh biaya kuliyah hingga selesai sarjana.

“Untuk saat ini Baitul Mal Aceh baru mampu memberikan kepada 96 mahasiswa, dengan rincian untuk UIN  dan Unsyiah masing-masing 48 mahasiswa,” kata Plt Kepala Baitul Mal Aceh, Dr Armiadi Musa MA.

Ia menjelaskan, beasiswa jenis ini merupakan program baru Baitul Mal Aceh tahun 2016 sebagai upaya pengentasan kemiskinan di Aceh dan menurunkan angka putus sekolah. Jika program ini sukses maka Baitul Mal akan terus meningkatkan jumlah penerimanya.

Untuk program ini, tahun pertama Baitul Mal Aceh menganggarkan dana sebesar Rp 1,2 milyar. Besaran nominal yang akan diperolah setiap mahasiswa nantinya berdasarkan kebutuhan dan standar kedua universitas negeri tersebut yaitu meliputi biaya SPP, uang jajan, dan biaya untuk tempat tinggal.

Armiadi menambahkan, dana yang diplotkan untuk program ini bersumber dari zakat, oleh karena ini calon penerima beasiswa ini harus betul-betul dari keluarga miskin. Untuk memastikan penerima tepat sasaran sudah menjadi tanggungjawab Baitul Mal Aceh akan menverifikasi kelayakannya.

“Semoga beasiswa ini betul-betul bermanfaat dan lulusannya kita harapkan menjadi sarjana pelopor pemberdayaan masyarakat dan duta zakat, sehingga semakin banyak muzakki yang menyetor zakat ke Baitul Mal,” ujarnya Armiadi lagi.[]