Indeks Berita
Jumat, 20 Januari 2017
Sumber: Feed

Muallaf Binaan BMA Hasilkan Kerajinan Menjahit

Banda Aceh – Setiap tahun, Baitul Mal Aceh memberi perhatian khusus terhadap muallaf se-Aceh. Perhatian yang diberikan berupa pembinaan, pelatihan dan bahkan Baitul Mal memberikan modal usaha bagi mereka yang memiliki keahlian.

Pada 2016, ada sebanyak 171 muallaf yang telah dibantu Baitul Mal Aceh yang tersebar di beberapa kabupaten/kota se-Aceh, seperti Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Selatan, Langsa, Aceh Utara, Banda Aceh, Aceh Besar dan Abdya.

Muallaf hasil binaan Baitul Mal Aceh kini ada yang sudah mandiri dan bahkan sudah mampu menghasilkan produk yang bisa dijual ke masyarakat. Salah satu contoh pembinaan muallaf yang sukses yaitu di Kota Banda Aceh yang dikoordinir di bawah organisasi Persatuan MuallaF Aceh Sejahtera (PMAS).

Ketua PMAS, Fatimah Zahra mengatakan pembinaan yang diberikan berupa kursus menjahit seperti membuat sprei, bedcover, mukena, gamis, ayunan bayi dan sarung bantal. Bahkan kini mereka sudah mampu menjahit itu semua dan menjual di pasaran.

“Kita berterimakasih kepada Baitul Mal Aceh yang telah memberikam kepedulian kepada muallaf di Aceh. Mereka semua dilatih dari nol hingga sudah mandiri seperti ini,” kata Fatimah.

Fatimah menyampaikan jika ada masyarakat yang ingin memesan sprei, bedcover, mukena, gamis, ayunan bayi dan sarung bantal hasil karya muallaf bisa langsung menghubungi nomor kontak pemasaran mereka 082366297154.

“Anggap saja selain bermanfaat juga sebagai cara bagi kita membantu mereka yang kurang beruntung dan meningkat ekonomi muallaf yang kurang mampu,”pintanya.

Sementara itu Plt Kepala Baitul Mal Aceh Dr Armiadi Musa MA mengatakan Baitul Mal terus memberi pembinaan tersebut kepada mereka yang memiliki keinginan berubah, baik dari segi ekonomi dan meningkatkan ilmu agama.

“Untuk modal usaha bagi muallaf biasanya diberikan sekitar Rp4juta hingga 8 juta per orang. Itu melalui proses verifikasi terlebih dahulu, baru setelah itu mereka kita berikan pelatihan dan alat kerja mereka,”tandas Armiadi Musa.

Ia menambahkan pembinaan seperti merupakan salah satu bentuk pembedayaan zakat produktif. Bantuan yang diterima mustahik tidak habis dipakai, justru dapat bermanfaat yang berkesinambungan.[]

 

Selasa, 17 Januari 2017
Sumber: Feed

Mulai Tahun Ini, RRI Banda Aceh Setor Zakat ke Baitul Mal Aceh

Banda Aceh – Mulai tahun ini, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia Banda Aceh akan menyetor zakat para pegawainya ke BaituL Mal Aceh. Hal itu ditandai dengan penyerahan SK pengukuhan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) oleh Kepala Baitul Mal Aceh Dr Armiadi Musa MA yang diterima langsung Kepala LPP RRI Banda Aceh Drs Syafaruddin AH MM di aula kantor RRI Banda Aceh, Selasa (17/01/2017).

“Ke depan mulai 2017 para pegawai RRI yang penghasilannya mencapai nisab zakat akan dipotong langsung zakatnya dan diserahkan ke Baitul Mal Aceh,” kata Armiadi Musa disela-sela soasialisasi zakat yang juga sekaligus menjadi penceramah maulid di lembaga penyiaran tersebut.

Dalam penyampaian materinya, Armiadi menjelaskan bahwa zakat ditempatkan pada rukun Islam yang ketiga, apabila tidak ditunaikan, maka keislaman seseorang akan cacat.
“Dalam Islam, harta yang berputar itu agar tidak dikuasai diantara orang kaya saja. Dari harta kita ada hak orang lain yang harus dikeluarkan,” ujar Armiadi.‎

Ia menjelaskan lagi, jika seseorang yang meninggal dunia tidak sempat berzakat, harta yang ditinggalkan itu harus tetap dizakati. Misalnya ketika orang tua meninggal, sanak saudara harus tahu hutang almarhum termasuk hutang zakat. Kalau tidak ditunaikan, maka akan jadi masalah bagi si mayat.

“Kenapa ramai orang tidak berzakat, karena menyangkut uang keluar. Bahkan ada orang yang mencari dasar hukum lain agar tidak perlu bayar zakat,” katanya.‎

Sosialisasi juga dikemas dalam bentuk diskusi. Para peserta diberi kesempatan bertanya seputar zakat yang mereka belum paham. Salah seorang peserta bertanya, bagaimana cara menghitung zakat penghasilan dari pegawai. Armiadi menjawab, nisab zakat penghasilan dikalkulasikan sama dengan nisab emas sebanyak 94 gram per tahun. Atau diuangkan sekitar 3,8 juta perbulan.

“Jika penghasilan brutto seseorang sudah mencapai atau melebihi dari jumlah tersebut, maka sudah wajib bayar zakat,” tandasnya.

Kepala LPP RRI Drs Syafaruddin AH MM dalam sambutannnya menyampaikan bangga para pegawai RRI dapat menunaikan kewajibannya ke lembaga resmi pemerintah. Ia meminta Kepala Baitul Mal menjelaskan tentang zakat kepada para pegawai RRI agar menambah pengetahuannya.‎

“Apalagi kami di radio harus mendapatkan wawasan dari berbagai macam, sehingga dalam menyampaikan kepada publik bisa lebih tepat dan bermanfaat,” kata Syafaruddin.‎‎ [‎]‎

Selasa, 17 Januari 2017
Sumber: Kota Subulussalam

STOP PUNGUTAN LIAR

Selasa (17/1) Pemerintah Kota Subulussalam telah mengimplementasikan Undang-Undang (UU) Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat…
Senin, 16 Januari 2017
Sumber: Feed

Pengumuman Seleksi Kepala Baitul Mal Aceh

Berhubung masa jabatan Plt Kepala Baitul Mal Aceh akan berakhir beberapa bulan lagi, maka Pemerintah Aceh dengan ini memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat Aceh untuk mendaftaran dan mengikuti Seleksi Calon Kepala Baitul Mal Aceh.  Syarat dan informasi selengkapnya dapat didownload di bawah ini…

download-button