Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Aceh

Idul Fitri di Aceh, Kue Timphan Wajib Tersaji di Meja

Kategori : Kuliner Rabu, 22 Juli 2015 - Oleh opt3

Timphan adalah kue wajib menjamu tamu di Aceh. Hampir semua rumah di Aceh menyajikan makanan itu pada hari raya. Bahkan anggota keluarga yang pulang mudik ke rumah orang tuanya, menuntut kue itu jauh-jauh hari. Kue itu bisa tahan sepekan.

Kue itu berbentuk pipih lonjong dengan berbungkus daun pisang muda, seukuran dua atau tiga kali ukuran jari orang dewasa. Timphan lembek dengan bahan utama tepung dan pisang serta isi dalamnya kelapa plus gula ataupun srikaya. Isi dalamnya tergantung selera.

Srikaya dibuat dari telur, santan, tepung terigu, gula dan nangka cincang halus. Bahan ini perlu dimasak terlebih dahulu sebelum menjadi bagian dalam timphan.

Cara membuat timphan, awalnya tepung ketan dan pisang dihaluskan dengan santan kelapa. Sebagian bahan kenyal itu kemudian ditaruh di atas daun pisang yang telah diolesi minyak goreng, lalu ditipiskan. Di bagian tengah diisi kelapa parut plus gula atau srikaya. Lalu, digulung dan dibungkus daun pisang. Selanjutnya dikukus sampai matang. Timphan siap saji, enak dimakan saat masih hangat.

Timphan yang menjadi makanan warisan nenek moyah di Aceh dulunya, punya peribahasa sendiri untuk mengungkapkan keberadaannya. Bunyinya begini; “Uroe get buluen get, Timphan ma peugoet beumeuteme rasa.” (Hari baik bulan baik, timphan bikinan ibu harus dapat kurasakan).

 

www.bandaacehtourism.com

 

Last Update Generator: 23 Sep 2017 12:02:51