Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Aceh

Sejarah Suku Jamee Di Aceh

Kategori : Sejarah Rabu, 12 Februari 2014 - Oleh

Suku Aneuk Jamee adalah sebuah suku yang tersebar di sepanjang pesisir barat Nanggroe Aceh Darussalam. Dari segi bahasa, Aneuk Jamee diperkirakan masih merupakan dialek dari bahasa Minangkabau dan menurut cerita, mereka memang berasal dari Ranah Minang. Orang Aceh menyebut mereka sebagai Aneuk Jamee yang berarti tamu atau pendatang. bahasa yang digunakan bukan bahasa padang lagi tapi Bahasa Jamee. mirip tapi tidak persis sama..tapi kalau di Daerah Kluet selatan, Tapaktuan, Blangpidie dan Susoh hampir semua masyarakat bisa berbahasa jamee dan Aceh. bahkan terkadang kadang berkomunikasi sudah bercampur dalam penggunaan bahasanya dengan bahasa Aceh. Umumnya berkonsentrasi di kabupaten Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Nagan Raya dan sebagian kecil di sekitar Meulaboh, Aceh Barat. Namun sebagian besar diantaranya berdiam di sepanjang pesisir selatan Aceh, meliputi Aceh Selatan yakni Kecamatan Kluet Selatan hingga ke Aceh Barat Daya.

Aneuk Jamee di Aceh Selatan menempati di daerah-daerah pesisir yang dekat dengan laut. mungkin jalur perpindahan nenek moyang dulu adalah dari jalur ini. dulu hidup dari berkebun dan melaut. seiring perkembangan zaman, seiring dengan kemajemukan, hidup terus berkembang. ada pengusaha, pedagang, pejabat, PNS, dan lain sebagainya. semuanya hidup dalam porsinya masing-masing. Komunitas Aneuk Jamee tidak terkonsentrasi pada tempat tertentu, melainkan menyebar. misalnya dalam suatu kecamatan tidak semuanya disitu hanya oleh suku aneuk jamee saja. bercampur dengan aceh. paling hanya desa saja membedakan komunitasnya. namun di desa itu dapat juga kita jumpai orang berbicara dual bahasa, Aceh dan jamee/minang. mungkin karena ada hubungan famili yang berbahasa aceh di desa lain. kecuali kecamatan tapaktuan, di kecamatan kota ini, aslinya memang semuanya dari aneuk jamee, kecuali pendatang yang bekerja dan menetap di kota ini dari kecamatan lain.

Dari 18 kecamatan di Aceh Selatan, banyak diantaranya tidak ada komunitas aneuk jamee, Dominan suku aneuk jamee ada di beberapa kecamatan :
1. Blang pidie, (plural)
2. Susoh (plural)
3. tangan-tangan (plural)
4. Labuhan Haji (sangat Dominan Jamee)
5. Sama dua (sangat dominan Jamee)
6. Tapaktuan (100% Jamee aslinya, kecuali pendatang, pejabat dan pns yang menetap di kota ini)
7. Kandang (nama wilayah yang terdiri 1 Mukim), berada di kecamatan Kluet Selatan.

Aneuk jamee hanya terpusat di mukim kandang, berada di wilayah pantai, selebihnya dari kecamatan ini adalah Aceh dan Kluet ke arah dekat dengan gunung. yang paling unik adalah di kecamatan ini, jika anda pergi dihari pekan, Uroe Pekan, atau hari pakan, dan sejenisnnya di daerah ini, anda kemungkinan akan menemukan komunikasi di pasar dengan tiga bahasa, Aceh, Jamee, dan Kluet (kluwat). mereka menggunakan bahasanya masing-masing dan mengerti apa yang diucapkan oleh lawan bicara. “bahasa bukanlah halangan untuk hidup bersama”. Inilah kekayaan budaya daerah tanah rencong ini. Di wilayah kandang ini juga bersemayam dengan tenang pahlawan Aceh, T. Cut Ali, tepatnya di pinggiran hilir Krueng Kluet. berada di kelurahan Suak Bakong, ibukota kecamatan Kluet Selatan.

Sumber : http://aneukacehseluruhdunia.blogspot.com

 

Last Update Generator: 17 Oct 2017 18:03:49