Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Aceh

Sekilas Sejarah Pacuan Kuda Gayo Sebagai Tradisi Pestas Rakyat Gayo

Kategori : Sejarah Rabu, 02 Oktober 2013 - Oleh acehprov

Kabupaten Aceh Tengah dengan ibukotanya Takengon yang dikenal dengan berbagai sebutan diantaranya "Negeri Diatas Awan", "Dataran Tinggi Tanoh Gayo" dan "Negeri Antara". Di negeri ini berlangsung pesta rakyat gayo tahunan yang menampilkan pacuan kuda tradisional gayo. Tanpa perlu promosi dan  tanpa perlu komando, secara serentak masyarakat yang mendiami dataran tinggi tanoh gayo pada waktu tersebut turun membanjiri kota Takengon.

Menyaksikan pesta rakyat gayo dengan even pacuan kuda tradisional gayo berlangsung selama sepekan. Kalau selama ini mereka hanya berkutat di lahan-lahan pertanian yang menjadi tempat mata pencaharian, maka saat sekaranglah waktunya berleha-leha menikmati hiburan tahunan. Uniknya kuda-kuda yang dipacu masa itu adalah kuda yang juga berfungsi sebagai pembajak sawah.

Tempat yang dipilih waktu itu sebagai lokasi pacuan kuda adalah Gelenggang Musara Alun, persis terletak dijantung kota Takengon ibukota Kabupaten Aceh Tengah. Kondisi lintasan tampak sangat bersahaya. Disepanjang lintasan yang dibuat melingkar, hanya dibatasi oleh rotan. Pacuan kuda tradisional gayo merupakan sebuah even yang berlangsung tiap tahun. Peristiwa ini adalah bagian dari peringatan  hari ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Perhatian masyarakat bertumpu seluruhnya ke arena pacuan ini. Rasanya ada yang belum lengkap kalau masyarakat belum menyakasikan acara ini. Sebuah pesta rakyat gayo!

 

Last Update Generator: 17 Oct 2017 18:03:49