Takengon - Paska Gempa 5,0 skala richter yang mengguncang dataran tinggi gayo Aceh Tengah dan Bener Meriah telah menimbulkan kerusakan ratusan rumah warga dan sejumlah puluhan fasilitas publik. Kondisi terakhir hingga berita ini diturunkan sebagaimana hasil wawancara beberapa media dengan Bupati Aceh Tengah Ir. H.Nasaruddin, MM rabu, (03/02/2010) di ruang kerjanya.
Wilayah yang terkena gempa di Aceh Tengah, meliputi 14 kecamatan, diantaranya 3 (tiga) kecamatan yang mengalami dampak yang paling berat, yaitu Kecamatan Ketol, Kecamatan Kute Panang dan kecamatan Silih Nara. Dikatakan Bupati Nasaruddin, paska gempa aktifitas masyarakat sudah berjalan normal, meskipun dampak atau ekses yang ditimbulkan masih membutuhkan perhatian selanjutnya, Menyangkut dengan penanganan masa panik, ungkap Nasaruddin, paska gempa telah dapat ditangani oleh Pemerintah Daerah.
Menyangkut dengan jumlah kerusakan baik rumah penduduk, maupun fasilitas publik, seperti sarana pendidikan, sarana kesehatan dan rumah ibadah, Bupati Nasaruddin menyebutkan dari 22 masjid dan meunasah yang rusak, ada 4 masjid mengalami rusak berat, 17 masjid kondisi rusak ringan serta 1 meunasah kampung Dedingin Kecamatan Kute Panang kondisi rusak berat dan tidak bisa dimanfaatkan lagi.
Sementara untuk sarana pendidikan, Nasaruddin menyatakan hingga saat ini, telah terdata sejumlah 31 unit sekolah mengalami kerusakan, diantaranya 14 unit mengalami rusak berat dan 17 lainnya tergolong rusak ringan, Terhadap aktifitas poses belajar mengajar, masih menurut Bupati, pihaknya telah mengambil langkah-langkah prefentif, seperti membuka kelas pada sore hari bagi sekolah yang berdekatan dan tidak mengalami kerusakan yang berarti, disamping itu telah didirikan tenda-tenda darurat, “kita ingin anak-anak dapat terus belajar, meski untuk saat ini kondisinya masih harus belajar dibawah tenda, yang penting proses belajar mengajar dapat berjalan. Ditambahkan Nasaruddin, untuk sarana pendidikan yang rusak berat dan ringan membutuhkan biaya sebesar Rp. 15.639.000.000,- Ungkap Nasaruddin lagi.
Demikian juga halnya dengan sarana kesehatan yang mengalami kerusakan, paska gempa pihaknya telah mendata 13 sarana kesehatan, terdiri dari pustu, polindes, rumah dokter dan para medis yang mengalami kerusakan, baik ringan maupun rusak berat, dibutuhkan biaya
Rp. 2.325.000.000,-
Sementara itu Pemda Aceh Tengah telah mendata 602 unit rumah warga yang rusak baik ringan maupun rusak berat dengan rincian 100 unit rusak berat, 502 unit rumah kondisinya rusak ringan sebut Bupati Nasaruddin. Dia menambahkan total keseluruhan fasilitas publik dan rumah warga, baik untuk rehabilitasi maupun untuk membangun kembali dibutuhkan biaya sebesar Rp.73.784.000.000,-. Akurasi data ini sebelumnya juga telah kita sampaikan ke Pemerintah Provinsi dan akan dilanjutkan kepada Pemerintah atasan, salah satunya adalah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, yang pada hari minggu (31/01) telah menurunkan timnya ke Aceh Tengah dan Bener Meriah. (Humas Pemkab Aceh Tengah)

