Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Muhammad Nazar menyatakan lega, karena berbagai usulan menyangkut kepentingan Aceh mendapat perhatian besar dalam rapat koordinasi (Rakor) Gubernur/Wagub se Indonesia di Istana Cipanas.
"Kita sedikit, lega, karena Aceh tetap menjadi perhatian khusus dalam rakor tersebut," ujar Nazar kepada Serambi di Jakarta, Rabu (3/2) seusai penutupan rakor.
Rekomendasi Kelompok Kerja (Pokja VI) yang diikuti secara intensif oleh Wagub Aceh menyebutkan bahwa untuk memperkuat perdamaian di Aceh maka seluruh PP dan Perpres tentang Aceh harus segera diselesaikan dan ditetapkan, sekaligus hal itu akan dapat memaksimalkan pelaksanaan otonomi luas. Selanjutnya perlu percepatan pembangunan pasca konflik dan rehab rekon akibat tsunami harus mendapat perhatian khusus APBN. Rekomendasi lainnya adalah perlunya segera dibentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi secara nasional, dan implementasinya dimulai dari Aceh yang telah meletakkan pondasi perdamaian. Kemudian, Pemerintah Pusat juga masih harus melanjutkan bantuan APBN untuk program reintegrasi damai sebagai pintu masuk bagi rekonsiliasi yang komprehensif nantinya.
Mengenai usulan tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Kepala Bappenas mengatakan pasti memasukkannya dalam APBN 2010, clan mendukung seluruh usulan Aceh," ujar Wagub Nazar mengutip pernyataan Presiden. “Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya pada penutupan Rakor mengatakan seluruh hasil Pokja akan di-Inpreskan. Hal itu dilakukan karena hasil-hasil yang telah dicapai rakor sangat bagus untuk pembangunan dan berasal dari referensi utama dan dapat ditindaklanjuti dalarn APBN maupun APBD.
“Ini adalah rakergub yg sangat details, serius clan semua menteri ikut dalam setiap pokja, sehingga hasilhasilnya akan lebih operasioanl dan workable," kata Presiden SBY.
Selama dua hari dua malam, para menteri dan gubernur/wagub se Indonesia duduk bersama membahas berbagai hal yang dibagi dalam enam kelompok kerja. Hasilnya kemudian dipresentasikan kepada Presiden dan Wakil Presiden.
Wagub Nazar yang menghadiri secara penuh rakor tersebut menyatakan suasana pembahasan sangat kondusif clan terbuka. Seluruh peserta dipersilakan menyampaikan usulan clan pendapat. Rakor ini juga diamati secara seksama oleh dewan pertimbangan presiden (Wantimpres). "Demikian pula Kepala Unit Khusus Kepresidenan Kuntoro Mangkusubroto tampak serius lalu lalang memantau setiap pokja yang sedang melakukan pembahasan," sebut Wagub Nazar mengenai suasana persidangan. (serambi Indonesia)

